07 Desember 2008
di
12/07/2008 12:12:00 AM
|
Pemuda diharapkan memiliki peran besar dalam membantu penanggulangan epidemi HIV/AIDS di Indonesia. Betapa tidak, penduduk usia muda merupakan yang paling tinggi terinfeksi HIV. Data Departemen Kesehatan RI menunjukkan, secara kumulatif hingga Juni 2008 terdapat 18.963 kasus HIV/AIDS (6.277 HIV positif dan 12.686 AIDS). Dari jumlah itu, sekitar 53 % terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 %.
Dengan latar seperti itu, secara nasional pemerintah menetapkan peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun ini dengan tema “Yang Muda Yang Membuat Perubahan”. Secara internasional, Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati setiap tahun pada 1 Desember mengambil tema “Kepemimpinan”.
Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat, selaku Ketua KPA Nasional, Aburizal Bakrie dalam sambutannya di Buku Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tahun 2008 mengatakan bahwa kepemimpinan pemuda dalam upaya menanggulangi epidemi ganda AIDS dan narkoba di tanah air akan mengubah jalannya epidemi. Menurut Aburizal, pemerintah pusat dan daerah harus mendorong kepemimpinan pemuda khususnya dalam upaya pencegahan penularan HIV.
Sementara itu puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tingkat Provinsi Jawa Barat akan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banceuy, pada Sabtu, 13 Desember 2008. Sejumlah kegiatan akan digelar, di antaranya seminar/diskusi tentang HIV/AIDS, lomba poster antarwarga binaan,kegiatan olahraga, dan sejumlah pentas seni. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur baik pemerintah maupun LSM yang aktif dalam penanggulangan AIDS.
Melalui penyelenggaraan peringatan HAS 2008 di Lapas Banceuy ini, diharapkan informasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dapat tersosialisasikan dengan baik, termasuk kepada warga binaan yang ada di lingkungan Lapas Banceuy di mana seluruh penghuninya terkait dengan kasus narkoba.
Seperti diketahui, hingga September 2008, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.051 kasus HIV/AIDS (1.726 HIV positif dan 2.325 AIDS). Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 67 % kasus HIV/AIDS disebabkan penggunaan jarum suntik tidak steril di kalanganpengguna narkoba suntik.
Sekilas Sejarah Hari AIDS Sedunia (HAS)
Konsep Hari AIDS Sedunia (HAS) berawal dari Pertemuan Puncak Menteri-menteri Kesehatan untuk Program Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Konsep ini kemudian diambil alih oleh pemerintah, lembaga-lembagainternasional serta lembaga amal (charities) di seluruh dunia. Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember untuk meningkatkan kesadaran akan pandemi AIDS global akibat penyebaran infeksi HIV.Dari tahun 1988 hingga 2004, badan PBB untuk menanggulangi AIDS, UNAIDS menjadi ujung tombak kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema tahunan dengan konsultasi dengan lembaga-lembaga kesehatan global lainnya. Pada tahun 2005 tanggung jawab ini diambil alih oleh Kampanye AIDS Sedunia, yang kemudian memilih Stop AIDS: Tepati Janji sebagai tema utama peringatan-peringatan Hari AIDS Sedunia hingga 2010, dengan sub-tema yang lebih spesifik yang dipilih setiap tahunnya.
Tema ini tidak digunakan hanya untuk Hari AIDS Sedunia tapi juga sepanjang tahun dalam upaya meningkatkan kesadaran akan HIV/AIDS dalam konteks kegiatan global lain termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye AIDS Sedunia juga melaksanakan kampanye-kampanye lokal di seluruh dunia, seperti Kampanye Stop AIDS Mahasiswa, sebuah kampanye peningkatan kesadaran HIV yang menyasar orang muda di Inggris.
The Journalist is
Bayu Putra
Label:
knowledge
0 komentar:
Posting Komentar